Langsung ke konten utama

Syekh Abdul Qadir al-Jaelani - Jangan Bercita-cita Menjadi Kaya


Jangan Bercita – cita Menjadi Kaya


Janganlah engkau bercita – cita menjadi kaya wahai orang – orang fakir, karena bisa jadi kekayaanmu menjadi sebab kebinasaanmu. Kekayaanmu bisa menjadi sebab berpalingnya engkau dari Allah SWT, kekayaanmu bisa menjadi sebab lalainya engkau terhadap Allah SWT. Dan janganlah engkau bercita – cita untuk sehat wahai orang yang sakit, boleh jadi kesehatanmu menjadi sebab kebinasaanmu. Hendaknya engkau menerima takdir yang menyertaimu, janganlah engkau meminta lebih darinya. Allah SWT memberikan apa saja kepadamu disebabkan oleh permintaanmu yang bercampur dengan kotoran dan kebencian. Hendaklah engkau meminta ampunan dan keselamatan di dunia dan di akhirat dalam doamu. Janganlah memilih – milih dan sombong terhadap Allah SWT karena itu dapat melemahkanmu. Dia bisa menghancurkanmu dan menyiksamu, maka janganlah menyombongkan kemudahan, kekuatan, dan kemudaanmu. Ketahuilah bahwa sesungguhnya siksa-Nya amat pedih.
Betapa celakanya engkau , lidahmu muslim tetapi hatimu bertentangan dengan apa yang engkau ucapkan. Ucapanmu muslim sedangkan perbuatanmu tidak. Engkau muslim ketika di tengah – tengah khalayak ramai, tetapi dalam keadaan sepi tidak demikian. Tahukah engkau bahwa jika engkau Shalat, puasa, dan melakukan segala amal shalih tetapi bukan untuk mencari ridha Allah SWT, berarti engkau munafik, dan ketahuilah bahwa orang munafik itu jauh dari Allah SWT. Maka bertaubatlah sekarang juga kepada Allah SWT dari seluruh ucapan, perbuatan, dan tujuan – tujuan yang hina.
Para kekasih Allah itu tidak pernah memamerkan amal perbuatan mereka. Mereka adalah orang – orang yang meraih keberhasilan, mereka adalah orang – orang yang menerima apa adanya, mereka hanya mengesakan Allah SWT, ikhlas, dan bersabar atas segala ujian yang menimpanya serta bersyukur atas segala kenikmatan yang didapatkannya. Lidah dan hati mereka selalu berdzikir. Wajah mereka tersenyum bila disakiti manusia. Raja – raja adalah orang yang asing di hadapan mereka. Semua manusia di muka bumi ini ibarat mayat, lemah, sakit, dan miskin. Surga merindukan mereka dan neraka bisa padam karenanya. Di antara keduanya tidak ada bumi, langit, maupun tempat tinggal. Tujuan mereka sangat jelas, yakni hanya menuju satu arah. Mereka berjalan bersama dunia dan penghuninya pada mulanya, tetapi kemudian mereka berjalan bersama pemelihara dunia dan akhirat. Sampailah mereka kepada-Nya dan berhasil berteman menelusuri jalan karena mereka telah bertemu dengan-Nya dengan hati mereka. Pintu antara diri mereka dengan Dia telah berhasil mereka buka. Mereka kosong dari selain-Nya dan mereka selalu bersama-Nya, dan Dia mengingat mereka selagi mereka mengingat-Nya.
“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku”
(Q.S. Al – Baqarah : 152)
Karena ingin diingat oleh-Nya maka mereka selalu berdzikir kepada-Nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips-Tips Praktis Menulis Fiksi Kabar baik buat para calon penulis seantero jagad raya. Siapa sih yang engga pengen jadi penulis hebat macam JK. Rowling, Goethe, Shakespeare, atau yang lainnya menurut versi kalian sendiri mungkin (Sebutin di komen, yah), punya banyak penggemar, famous , keren, dan banyak uang (pasti). Memang sih, kata banyak orang, menulis itu mudah. Tapi mungkin kalian bingung, soal bagaimana sih agar cerita menjadi menarik? atau bagaimana sih membuat pembaca tidak lekas bosan? dan lain-lain. Nah, kali ini akan saya sodorkan tips-tips praktis berbagai masalah menulis fiksi yang saya dapatkan dari hasil membaca Silabus Menulis Fiksi karya Pak Edi, owner DIVA Press itu, loh! Berikut uraiannya, selamat membaca! A.     Pembukaan cerita yang menggetarkan jiwa raga sepanjang hayat Pembukaan cerita memberi peran penting terhadap kemauan pembaca untuk membaca cerita anda. Pembukaan yang membosankan akan membuat pembaca segera menutup buku dan pergi ke l...

TOEFL Listening

A.     Pengertian TOEFL TOEFL (Test of English as a Foreign Language) merupakan bentuk tes khusus Bahasa Inggris standar sebagai bahasa asing yang ditujukan kepada mereka yang bukan native speaker. Sedangkan tujuan utama diadakan TOEFL ini adalah untuk mengukur sejauh mana kemampuan Bahasa Inggris seseorang menurut ukuran standar yang telah ditetapkan. [1] Soal yang diujikan dalam TOEFL meliputi Listening Comprehension, Structure and Written, dan Reading Comprehension. Soal Listening dalam tes TOEFL bertujuan untuk menguji kemampuan dalam memahami Bahasa Inggris dalam bentuk ucapan atau lisan. Bagian Listening Comprehension terdiri dari 3 bentuk, yaitu : 1.       Bagian A terdiri dari 30 pertanyaan (Short Dialogue) 2.       Bagian B terdiri dari 7 sampai 8 pertanyaan (Long Conversation). 3.       Bagian C terdiri dari 11 sampai 13 pertanyaan (Talk). B.      Bagi...