Langsung ke konten utama

Adverbial clause

Adverbial Clause

Pengertian Adverbial Clause
Adverb clause adalah klausa keterangan yang dihasilkan dari kata keterangan, yaitu kata yang menerangkan kata kerja, kata sifat, atau kata keterangan yang lain. Klausa keterangan mempunyai fungsi yang sama dengan kata keterangan, namun juga sering dianggap memberikan keterangan kepada seluruh kalimat.  Atau bisa dikatakan bahwa adverbial clause merupakan (dependent clause) yang memiliki fungsi sebagai kata keterangan (adverb) dan memberikan informasi  mengenai kata kerja (verb), kata sifat (adjective), kata keterangan (adverb) yang berada pada induk kalimat (independent clause).
Adverbial clause dimulai dengan kata penghubung yang disebut subordinate conjunction. Kata penghubung ini berfungsi sebagai jembatan untuk menghubungkan independent clause yang diterangkan.

Contoh adverbial clause :
When he arrived at school, he found some money near his class.
(ketika dia sampai disekolah, dia menemukan sejumlah uang di dekat kelasnya)
•Keterangan :
When : subordinate conjunction.
When he arrived at school : adverb clause.
He found some money near his class : independent clause.

Peran Adverbial clause
Menerangkan verb.
- I ordered a whole pizza because I had skipped lunch
Menerangkan Adjective.
- I am sorry that we missed you last night.
Menerangkan Adverbia lain.
- I answered more sharply than I had intended.

Macam – Macam Adverbial Clause

Adverb clause of time
Adverb clause of time adalah klausa yang digunakan untuk menunjukkan keterangan waktu. Klausa ini diawali dengan kata sambung when, whenever, before, after, as, since, till, once, dan now that.
Contoh :
a. She felt very happy when she saw her mother.
b. Whenever you want to marry, please remember me.
c. Before you go, turn off the radio.
d. It’s only six months since the bill was signed.
Adverb clause of place
Adverb clause of place adalah klausa yang digunakan untuk menunjukkan keterangan tempat. Konjungsi yang biasa dipakai adalah where, wherever.
Contoh :
a. Wherever you go, I will always love you.
b. Put the gun where the children can’t find it.
c. I will go wherever he sends me.
Adverb clause of result
adverb clause of result adalah klausa yang berfungsi sebagai keterangan hasil. Konjungsi yang sering dipakai adalah so, so that, so…that.
Contoh :
a. We knew about their plans, so we were ready for them.
b. It looked so stormy that we decided to stay home
Adverb clause of contrast
Untuk menunjukkan suatu hal yang kontras dalam kalimat yang kompleks dapat dilakukan dengan menggunakan kata hubung although, though, even though, even if. Letak kata hubung pertama yang bisa diawal, atau diantara dua kalimat, letak yang kedua adalah diantara dua kalimat disambung.
Contoh:
a. Although today is holiday , my friends go to school
b. He does not have money though his father is rich
c. This flower will be sold even if it is very expensive.
Adverb clause of cause
Untuk menunjukan hubungan sebab akibat dalam kalimat yang kompleks dapat ditunjukkan dengan kata hubung seperti because, since, as, for. Letak konjungsi bisa diawal atau ditengah, sedangkan yang kedua letaknya diawal dan diikuti oleh nomina dan frasa nomina .
Contoh:
a. Since she was sick, she could not come to the party.
b. He visited Indonesia for he studied in this country.
c. I am working because i need some money.
Adverb of Manner
Adverb clause yang berfungsi sebagai keterangan cara.
Conjungtion yang umumnya digunakan: as, as if, as thought.
Example:
a. Everything worked out as be expected.
b. We must behave as if everything were normal.
Adverb of Condition
Adverb clause yang berfungsi sebagai keterangan kondisi/syarat.
Conjunction yang banyak digunakan: if, unless.
Example:
a. I’ll drop in later if anything new comes up.
b. Unless the traffic is very bad, we should arrive by eight.
Adverb Clause of Purpose
Adverb clause of purpose berfungsi sebagai keterangan tujuan.
Konjungsi yang lazim dipakai adalah so, so that, in order that.
Contoh :
a. Clear the doorway so that the others can enter.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Syekh Abdul Qadir al-Jaelani - Jangan Bercita-cita Menjadi Kaya

Jangan Bercita – cita Menjadi Kaya Janganlah engkau bercita – cita menjadi kaya wahai orang – orang fakir, karena bisa jadi kekayaanmu menjadi sebab kebinasaanmu. Kekayaanmu bisa menjadi sebab berpalingnya engkau dari Allah SWT, kekayaanmu bisa menjadi sebab lalainya engkau terhadap Allah SWT. Dan janganlah engkau bercita – cita untuk sehat wahai orang yang sakit, boleh jadi kesehatanmu menjadi sebab kebinasaanmu. Hendaknya engkau menerima takdir yang menyertaimu, janganlah engkau meminta lebih darinya. Allah SWT memberikan apa saja kepadamu disebabkan oleh permintaanmu yang bercampur dengan kotoran dan kebencian. Hendaklah engkau meminta ampunan dan keselamatan di dunia dan di akhirat dalam doamu. Janganlah memilih – milih dan sombong terhadap Allah SWT karena itu dapat melemahkanmu. Dia bisa menghancurkanmu dan menyiksamu, maka janganlah menyombongkan kemudahan, kekuatan, dan kemudaanmu. Ketahuilah bahwa sesungguhnya siksa-Nya amat pedih. Betapa celakanya engkau , lidahmu m...
Tips-Tips Praktis Menulis Fiksi Kabar baik buat para calon penulis seantero jagad raya. Siapa sih yang engga pengen jadi penulis hebat macam JK. Rowling, Goethe, Shakespeare, atau yang lainnya menurut versi kalian sendiri mungkin (Sebutin di komen, yah), punya banyak penggemar, famous , keren, dan banyak uang (pasti). Memang sih, kata banyak orang, menulis itu mudah. Tapi mungkin kalian bingung, soal bagaimana sih agar cerita menjadi menarik? atau bagaimana sih membuat pembaca tidak lekas bosan? dan lain-lain. Nah, kali ini akan saya sodorkan tips-tips praktis berbagai masalah menulis fiksi yang saya dapatkan dari hasil membaca Silabus Menulis Fiksi karya Pak Edi, owner DIVA Press itu, loh! Berikut uraiannya, selamat membaca! A.     Pembukaan cerita yang menggetarkan jiwa raga sepanjang hayat Pembukaan cerita memberi peran penting terhadap kemauan pembaca untuk membaca cerita anda. Pembukaan yang membosankan akan membuat pembaca segera menutup buku dan pergi ke l...

TOEFL Listening

A.     Pengertian TOEFL TOEFL (Test of English as a Foreign Language) merupakan bentuk tes khusus Bahasa Inggris standar sebagai bahasa asing yang ditujukan kepada mereka yang bukan native speaker. Sedangkan tujuan utama diadakan TOEFL ini adalah untuk mengukur sejauh mana kemampuan Bahasa Inggris seseorang menurut ukuran standar yang telah ditetapkan. [1] Soal yang diujikan dalam TOEFL meliputi Listening Comprehension, Structure and Written, dan Reading Comprehension. Soal Listening dalam tes TOEFL bertujuan untuk menguji kemampuan dalam memahami Bahasa Inggris dalam bentuk ucapan atau lisan. Bagian Listening Comprehension terdiri dari 3 bentuk, yaitu : 1.       Bagian A terdiri dari 30 pertanyaan (Short Dialogue) 2.       Bagian B terdiri dari 7 sampai 8 pertanyaan (Long Conversation). 3.       Bagian C terdiri dari 11 sampai 13 pertanyaan (Talk). B.      Bagi...