Langsung ke konten utama

Syekh Abdul Qadir al-Jaelani - Bekal yang Harus Dicari


Bekal Yang Harus Dicari Oleh Orang Mukmin

            Perbedaan antara orang mukmin dengan orang kafir adalah bahwa orang mukmin selalu mencari bekal, sedangkan orang kafir hanya bersukaria. Orang mukmin mencari bekal untuk kembali ke kampung halamannya, yakni kampung akhirat. Dalam perjalanannya ini, yakni di dunia, ia hanya menggunakan hartanya sekadar untuk keperluannya, karena seluruh hartanya untuk akhirat. Demikian pula hati dan cita – citanya untuk akhirat. Hatinya telah ia putus dari dunia, dan ia melakukan segala ketaatan untuk akhirat, bukan untuk dunia dan penghuninya. Ia akan mementingkan orang – orang miskin meski ia memiliki makanan yang lezat, karena ia memiliki keyakinan yang kuat bahwa di akhirat ia akan mendapatkan makanan yang jauh lebih nikmat dan lezat. Cita – cita paripurna seorang mukmin yang arif dan alim adalah berada di pintu kedekatan dengan Al-Haq ‘Azza Wa Jalla, agar ketika di dunia ini, sebelum di akhirat, hatinya sampai kepada-Nya. Berdekatan dengan Al-Haq ‘Azza Wa Jalla adalah tujuan paripurna bagi langkah – langkah hati. Meskipun engkau berdiri, duduk, ruku’, sujud, dan bangun hingga Lelah, namun ternyata hatimu tidak bergeser dari tempatnya, hatimu tidak keluar dari rumah tidak juga berpindah dari berbagai penyebab kebinasaan. Hendaknya bersungguh – sungguh dalam mencari Tuhanmu. Engkau tidak perlu bersusah payah jika engkau telah bersungguh – sungguh dan berpegang pada kebenaran. Dengan kebenaranmu, akan menetaslah telur wujudmu. Dengan keikhlasan tauhidmu, pecahkanlah dinding penglihatanmu kepada makhluk beserta ikatannya. Dengan tangan kezuhudanmu, pecahkanlah sangkar pencarianmu kepada sesuatu. Terbanglah engkau dengan hatimu agar sampai ke pantai kedekatanmu dengan Tuhanmu. Manakala dayung dan sampan telah datang kepadamu, pertolongan akan mengambil dirimu kemudian menyeberangkan dirimu kepada Tuhanmu.
            Dunia ibarat lautan, iman adalah perahunya, ketaatan sebagai dayungnya, sedangkan pantai tujuanmu adalah akhirat. Pantai akhirat adalah tujuan akhir perahumu bermuara. Tidak lama lagi engkau akan buta dan bisu, lumpuh dan fakir wahai orang yang selalu durhaka. Sungguh keras hatimu, padahal hartamu akan hilang dirampas dan dicuri. Hendaknya engkau menjadi orang yang berakal dan bertaubat kepada Tuhanmu. Janganlah engkau menyekutukan Tuhanmu dengan hartamu. Janganlah engkau bertawakkal kepada harta dan tidak mau menginfakkannya. Hendaknya engkau mengeluarkan semua itu dari hatimu. Letakkanlah hartamu di rumah atau di sakumu, dengan anak dan binatangmu, dan ingatlah kematian. Hendaknya engkau mengurangi kerakusanmu dan memendekkan angan – anganmu.
            Hendaknya engkau kembali dan menyerahkan dirimu dan segala sesuatu kepada-Nya. Hendaknya engkau berbaring di hadapan-Nya tanpa berkata – kata, tanpa tangan, tanpa kaki, tanpa mata, tidak bertanya mengapa dan bagaimana, tidak membantah dan menolak, tetapi hanya menyetujui dan mengikuti. Berkatalah dengan benar agar hatimu kembali kepada-Nya, meyaksikan Dia, tidak menyukai selain Dia, bahkan merasa gelisah dengan segala sesuatu yang berada di bawah ‘Arsy dan di atas bumi, agar engkau lari dari semua makhluk. Engkau juga akan menyepi dari semua makhluk. Orang yang bisa beradab dengan baik terhadap guru hanyalah orang yang telah berkhidmat kepada mereka, bahkan orang yang melihat sebagian keadaan mereka. Bagi kaum sufi, pujian dan celaan mereka rasakan seperti kemarau dan penghujan atau malam dan siang. Mereka menyadari bahwa pujian dan celaan itu dari Allah SWT. Hanya Allah saja yang menentukan kedatangannya. Setelah kepahaman itu tumbuh, mereka tidak lagi silau jika ada orang yang memuji, dan tidak lari jika ada orang yang mencela. Mereka tidak peduli dengan semuanya itu. Hati kaum sufi tidak mencintai makhluk , juga tidak membencinya. Mereka tidak menyukai, tidak pula membenci, tetap menyayangi. Ilmu tanpa kebenaran dan kejujuran tentu tidak ada artinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Syekh Abdul Qadir al-Jaelani - Jangan Bercita-cita Menjadi Kaya

Jangan Bercita – cita Menjadi Kaya Janganlah engkau bercita – cita menjadi kaya wahai orang – orang fakir, karena bisa jadi kekayaanmu menjadi sebab kebinasaanmu. Kekayaanmu bisa menjadi sebab berpalingnya engkau dari Allah SWT, kekayaanmu bisa menjadi sebab lalainya engkau terhadap Allah SWT. Dan janganlah engkau bercita – cita untuk sehat wahai orang yang sakit, boleh jadi kesehatanmu menjadi sebab kebinasaanmu. Hendaknya engkau menerima takdir yang menyertaimu, janganlah engkau meminta lebih darinya. Allah SWT memberikan apa saja kepadamu disebabkan oleh permintaanmu yang bercampur dengan kotoran dan kebencian. Hendaklah engkau meminta ampunan dan keselamatan di dunia dan di akhirat dalam doamu. Janganlah memilih – milih dan sombong terhadap Allah SWT karena itu dapat melemahkanmu. Dia bisa menghancurkanmu dan menyiksamu, maka janganlah menyombongkan kemudahan, kekuatan, dan kemudaanmu. Ketahuilah bahwa sesungguhnya siksa-Nya amat pedih. Betapa celakanya engkau , lidahmu m...
Tips-Tips Praktis Menulis Fiksi Kabar baik buat para calon penulis seantero jagad raya. Siapa sih yang engga pengen jadi penulis hebat macam JK. Rowling, Goethe, Shakespeare, atau yang lainnya menurut versi kalian sendiri mungkin (Sebutin di komen, yah), punya banyak penggemar, famous , keren, dan banyak uang (pasti). Memang sih, kata banyak orang, menulis itu mudah. Tapi mungkin kalian bingung, soal bagaimana sih agar cerita menjadi menarik? atau bagaimana sih membuat pembaca tidak lekas bosan? dan lain-lain. Nah, kali ini akan saya sodorkan tips-tips praktis berbagai masalah menulis fiksi yang saya dapatkan dari hasil membaca Silabus Menulis Fiksi karya Pak Edi, owner DIVA Press itu, loh! Berikut uraiannya, selamat membaca! A.     Pembukaan cerita yang menggetarkan jiwa raga sepanjang hayat Pembukaan cerita memberi peran penting terhadap kemauan pembaca untuk membaca cerita anda. Pembukaan yang membosankan akan membuat pembaca segera menutup buku dan pergi ke l...

TOEFL Listening

A.     Pengertian TOEFL TOEFL (Test of English as a Foreign Language) merupakan bentuk tes khusus Bahasa Inggris standar sebagai bahasa asing yang ditujukan kepada mereka yang bukan native speaker. Sedangkan tujuan utama diadakan TOEFL ini adalah untuk mengukur sejauh mana kemampuan Bahasa Inggris seseorang menurut ukuran standar yang telah ditetapkan. [1] Soal yang diujikan dalam TOEFL meliputi Listening Comprehension, Structure and Written, dan Reading Comprehension. Soal Listening dalam tes TOEFL bertujuan untuk menguji kemampuan dalam memahami Bahasa Inggris dalam bentuk ucapan atau lisan. Bagian Listening Comprehension terdiri dari 3 bentuk, yaitu : 1.       Bagian A terdiri dari 30 pertanyaan (Short Dialogue) 2.       Bagian B terdiri dari 7 sampai 8 pertanyaan (Long Conversation). 3.       Bagian C terdiri dari 11 sampai 13 pertanyaan (Talk). B.      Bagi...